Cinta Mencari Kota 3

Sweater biru putih membalut tubuh Cinta rapat. Sal rajutan pemberian Hosaka San dililitkanya sekali putaran. Belum seberapa dingin. Akihabara masih pikuk dengan orang-orang yang kesurupan dengan barang-barang inovasi baru. Cinta terus berjalan menyusuri trotoar. Melintas plaza-plaza elektronik agak tergesa. Dia diberi tahu seseorang bahwa Kota ada di sini. Sengaja dia menyewa agen untuk membantu menemukan Kota. Dia sudah tak tahan mengembara demi sebuah amanah yang sudah sekian lama di gengamnya. Tas beludru berwarna ungu itu terus membayangi langkahnya.

Di kota inipun dia ada untuk itu. Bayangan nenek tua itu melintas di benaknya. “Maafkan aku Nek!” bisiknya pelan. Cinta melangkah semakin cepat. Ueno Koen mendekat mata. Kota ada disana. “Kota.. seperti apa sebenarnya engkau? wajahmupun aku tak tahu…” Cinta mendesah lirih. Cinta terus melangkah menembus lautan manusia akihabara. Tiba-tiba. “AAAAAAaaa! Ciieet! Braaak! Cinta terjungkal ke depan. Sebuah mobil sport warna merah berhenti. Darah mengalir dari hidung dan pelipisnya. Dia tergeletak di atas aspal. Rupanya Cinta tak menyadari lampu di perempatan jalan itu menyala merah. Tak lama ambulance datang. Sirine mengaung seiring matahari tenggelam.

(bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *