Cinta Mencari Kota

Cinta menatap deretan pulau-pulau di kejauhan. Angin musim panas menampar saat dia membuka jendela kaca mobil yang ditumpanginya. Jembatan penghubung pulau-pulau kecil itu seakan membawanya terbang di awan. Kota dimana? Tangan kirinya meremas sesuatu dalam tas biru lautnya. Sesuatu yang telah lama dibawanya. Bertahun-tahun. Sejak kepergian nenek tua di Banyubiru. Tas beludru kecil ungu tua itu digenggamnya rapat. Tak pernah ia ingin tahu isinya. Dia hanya ingin menyampaikan pesan nenek tua itu pada Kota. Kota yang juga tak pernah dia tahu.  Ramadhan sudah hampir mendekat. Ramadhan keempatnya di negeri ini.

“Kamu yakin Kota di pulau itu?” Rasa menunjuk deretan pulau di depan mereka. Cinta mengangguk. “Semoga firasatku benar, Rasa..” Aku sudah lelah membawa amanah ini… entah apa isinya, yang jelas ku ingin segera menyampaikan pada Kota. Wajah Kota itu  juga tak kutahu..” Cinta menyahut pelan.

Tujuh tahun dia mencari Kota. Kota yang kata nenek itu hilang tak tentu rimba. Nenek itu mengatakan Kota ada di negeri ini. Dan Cinta sudah ada di negeri ini. Mencari Kota sambil belajar atas permintaan nenek tua itu.(natsuko)

(bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *