Nakao dalam Kenangan

Sebelum bertemu dengannya aku sempat disibukkan dengan banyak hal, wawancara dengan suami yang orang penting di Mitsubishi surabaya, kemudian harus bertemu di hotel Summerset. Serba grogi, maklum awal pertama aku menjadi guru bahasa Indonesia bagi orang jepang. Dan disela pertemuan di hotel, aku memecahkan gelas juice, pegawai hotel kontan marah berat deh. Wajahkupun pucat..bayangan lembaran puluhan ribu perak akan melayang ke hotel bila mereka minta ganti. duh padahal di dompet hanya ada cukup untuk hidup beberapa hari. Itulah awal aku bertemu.

Pertemuan kedua, di saitama. Dia dan keluarganya menjemputku di kokusai senta suatu hari minggu yang cerah tiga tahun lalu. Aku menginap di rumahnya yang megah di daerah shonandai. Mansion tempat orang kaya terletak di dekat fujisawa..yang menghadap ke tatapan lepas, indah. Dari kejauhan gunung fuji tertutup salju sejuk dalam pandangan mata. Dia mulai banyak mengenalku..tentang islam itu dan banyak lagi.

Suatu hari aku diajak mrs nakao ke Hakone, satu tempat terkenal di Jepang, danau dan pemandangan yang sangat indah subhanallahu. Perjalanan dari tokyo memakan waktu 5 jam. sekitar itulah. Naik mobil sekian kilo membuat kepalaku pusing. maklumlah bila dah biasa naik densha terus naik mobil suka mual.:)

Sayangnya cuaca saat itu berkabut, aku hanya berjalan-jalan menikmati pemandangan indah seputaran bawah dekat danau. Setelah itu mrs Nakao menawarkan pergi ke tempat lain, Odawara castle. Castle menjulang dan menghadap ke laut enoshima membuatku berdecak kagum, akan kebesaran Illahi. Akupun mencoba naik sampai tempat yang paling atas. Cuaca yang lumayan panas saat itu membuat peluh mrs Nakao bercucuran. Dia setiap saat sibuk mengusap. Aku, memandangnya kasihan. Apa muungkin kepanasan? kalau aku sih..gak papa. Mrs Nakao memandangku heran. kamu tidak keringatan?? tanyanya sambil terengah-engah. Tidak, jawabku singkat. Kamu hebat arida-san! katanya kemudian. Hebat apanya?? jawabku ingin tahu. kamu sudah make schraf tapi tidak kepanasan, luar biasa! …OO kalau ini Tuhan saya yang melindungi meski saya make schraf..Aku menjawab sambil tersenyum. Hebat! lihat saja aku dari tadi keringatan terus, kamu malah gak sama sekali. Aku tersenyum, Alhamdulillah ucapku dalam hati.

beberapa saat kemudian aku minta ijin inori(sholat), dia bingung dan mengangguk. Aku mengerti aku teman yang dibawanya, kalau ditaman aku bikin heboh gara-gara sholat mungkin dia akan malu. tapi apa boleh buat, aku harus sholat, dan kumohon dia mengerti. Duh! rasanya aku selalu memohon dia mengerti, betapa tidak mulai makan aku rewel banget, aku hanya mau makan tempura bila makan bersamanya, lainnya tidak. Mirin, sake, shortening, nyukazai, dan lain-lain aku gak bisa makan. Sehingga saat makan tempura pun kecap harus juga di lihat detil. memang merepotkan, tapi apa boleh buat, aku tak ingin masuk neraka he he…

Pertemuan ketiga adalah tahun lalu, ketika aku dah enam bulan ada di tokyo, kami muter2 tokyo tower dan istana kaisar yang luas itu. makan terus pulang…aku gak nginep ke shonandai

pertemuan ke empat minggu lalu, aku diundang kesana lagi sebelaum pulang. aku flu dan batuk saat itu. duh! dia memang ibu yang baik..aku kayak dirumah sendiri..hi hi..perhatiannya maksimal deh. aku diajak jalan2 ke daerah hiratsuka atas, tempat bunga ume mekar. subhanallahu pemandangan indah meski aku gak bisa menikmati karena sakit. yah setidaknya refreshing ke tempat yg segar bisa sedikit meredakan sakit. malam aku dibilang, kalo besoknya masih sakit, maka jalan-jalan kekamakura enggak jadi. so entahlah..aku sudah pasrah mau pergi atau enggak gak seberapa mikir. aku mikir batuk dan persoalan kalo jadi pergi..susahnya kalo pas sholat dan makaan aduuh.

Jadinya aku berangkat karena batukku gk seberrapa parah. pergi kekamakura melintasi kugenuma dan enoshima..sejenak kenangan bersam lis chan membayang, yah bagaimanapun dia pernah ketempat itu bersamaku…ah lis chan..damailah engkau dialam sana..amiin.

balik lagi ke topik, aku ke kamakura bagian mana ya..he he abis laus amit tuh..eh ya di kanosama, dewa perempuannya orang budha. melintas taman kemudian kujumpai ada berderet patung. katanya itu patung bagi yg belum punya anak minta anak kesitu..:)terus naik lagi..ada patung perempuan namanya kano..aku dikasih duit 10 yen terus suruh berdoa didepan patung..duh..payah amit, abis dari situ naik lagi lewat taman ajisae..semacam bunga apa ya..duh susah jelasinnya..afwan ya. kulihat lautan enoshima membiru serta ombaknya yg berantian menepi terlalu indah bila dibiarkan. tapi kalo difoto kejauhan..susah.

Berbincang sejenak di dekat temple..abis tuh turun waktunya makan siang. ini nih yg aku pusiing. tapi apaboleh buat..kalo merasa serba gak enak bisa-bisa aku makan barang haraaam. enggak maulah. pertama tama pergi nyari warung tempura, gak sukses..mrs nakao sama natsuka san bingung..makan konomiyaki saja ya? kayanya..duh tapi minyaknya gimana? heee? jawabnya heran. duh! Rabbi..aku ingin mengenalkan islam itu tak memberat kan..eh ada sandwich tuh..makan roti aja ya..kata natsuka-san…ya Rabbi..tolonglah hambamu..jangan biarkan aku makan yg haram. mudahan Engkau beri petunjuk yang tak memberatkanku dan mereka..

aku merasa tak enak hati kalo terus-terusan menolak..mana resto gak banyak lagi..sambil berjalan aku terus berdoa..ya Rabbana..akhirnya tanpa sengaja menemukan resto spanyol..setelah dicek..ada yg bisa kumakan. Alhamdulillah..aku makan paela nama satu masakan spanyol..nasi kuning ada kerang eh tiram dan udang…enaaak. tapi aku makan dengan perasaan bersalah he he..setelah negrjain mereka muter-muter nyari makan yg aku bisa makan..payah tenan aku nih ya..minta dimengerti teruus. egois ya. tapi mo gimana lagi? harus begini..kubiarkan mereka tahu.

Setelah itu kami pulang..aku naik kereta cepat sampai ke shinjuku..semua yg bayarin mrs nakao..makasih banget yaa..mrs nakao yang baik, yang mau ngerti aku, yang diam-diam mencatat bahan-bahan makanan yang aku gak bisa makan, yang selalu penuh perhatian, yangs elalu bisa memahami , yangs elalu tahu kapan aku harus sholat..yang selalu memandangku berlebih bahwa akus eorang yang baiiik..taaat dalam memegang teguh aturan agamaku..yang mendoakan aku mendapat suami yg baik..yg siap memberikan rekomendasi bila aku ingin kerja di tokyo..duh banyak sekali yag harus kukenang…yang dia ingin ketemu lagi suatu ketika dan berharap aku segera menikah…yang …begitu tulus mengulurkan tali persahabatan..

Dia memelukku lama diantara salju yg meruntuh di fujisawa…terima kasih banyak mrs nakao..saat kau bilang aku ingin memahami kamu..ketika sejuta kemaafan kumohon padanya atas segala yg kulakukan yg sangat merepotkan dia…arigatouuu

Sepenggal kenangan, Yokohama Maret 2005

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *