PAGI.. PALESTINA

Daunku membiru merasaimu
Kabutku hitam membauimu
Pagi..Palestina
Wangimu masih juga melampaui udara
Aku tersedak
Sedang jiwa-jiwamu mengangkasa tanpa tersentak

Bangga, debu-debu di sini mengejeki kaki langit
Patung-patung jalan kota memunguti sampah jalur cepat
Benar saja, kami lupa bumi ini telah tua
Anak-anak kami kehabisan udara

Sebaiknya episode ini disudahi saja
Tapi kegelapan.. ketakutan
Hati tinggal separuh
Harga masih meluruh

Bayi-bayimu merundui syahadah.. Palestina
Tanah, air, udara dan langitmu disucikan darah
Mungkin tubuhmu telah bernanah
menanggungkan jengkal demi jengkal amanah
menanti segala pohon.. segala batu..
Meriakkan luka demi luka sucimu

Pagi.. Palestina
Aku tahu, siang dan malammu tak jauh beda
Tapi di sini kami sekedar berduka
Raga dan jiwa terpasung
Rindu dan cinta terkungkung
Bisakah kau sisakan sepotong langitmu yang tembaga?
Barangkali
Sempat kupeluki engkau dengan lugu
Sempat kusimbahi engkai dengan rindu

Sampit, 13 Maret 2006

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *