Di Hadapan Waraqah Bin Naufal

Bab : PERIODE MAKKAH
Sub : Dari Bi’tsah Hingga Hijrah

Setelah mendukung Nabi Muhammad SAW dengan penuh kekuatan, keyakinan dan keimanan berdasarkan akal yang bersih, fitrah yang benar, pengalamannya dalam kehidupan dan pengetahuannya tentang manusia, Khadijah masih merasa perlu untuk meminta bantuan anak pamannya yang alim, Waraqah bin Naufal.

Beliau memiliki pengetahuan tentang agama dan sejarahnya, tentang kenabian dan tradisi-tradisinya, serta tentang ahli Kitab yang memiliki berita-berita para Nabi dan ilmu mereka.

Kemudian Rasulullah saw menceritakan apa yang dialaminya. Waraqah bin Naufal berkata :

“Demi dzat yang diriku ada dalam kekuasaanNya. Sesungguhnya engkaulah Nabi umat ini. Engkau telah didatangi an-Namus al-Akbar yang pernah datang menemui Musa. Dan sesungguhnya kaummu akan mendustakanmu, menyakitimu, mengusirmu, bahkan memerangimu”.

Rasulullah merasa heran mengapa umatnya yang memanggilnya dengan panggilan ash-Shadiq (org yg jujur) atau al-Amin (org yg terpercaya) akan mengusirnya?. Maka beliau bertanya dengan penuh keheranan,

“Apakah mereka benar-benar akan mengusirku? “

Waraqah bin Naufal menjawab :

“Benar. Tidak seorangpun yang membawa seperti apa yang engkau bawa, kecuali akan dimusuhi dan diperangi oleh manusia. Seandainya aku menemui saat itu, dan usiaku panjang, niscaya aku akan menolongmu dengan sekuat tenaga.”

Setelah jeda beberapa lama, maka wahyu pun turun berturut-turut dan al-Quran mulai diturunkan. Beberapa sahabat mulai memasuki Islam satu persatu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *